Eldest
13.49 | Author: Riefind


http://indozone.net/reviews/review/156/

Hey,

Ini lanjutan review yang kemarin, Eragon sama Brisingr, ini buku keduanya, reviewnya gwa copy dari web lain, enjoy!

Buku ELDEST ini merupakan buku seri kedua dari buku novel ERAGON, pada buku kedua ini cerita dimulai pada saat setelah perang melawan Urgal mempertahankan kota kurcaci, eragon yang merupakan tokoh utama cerita ini terluka parah dipunggungnya oleh Durza (yang akhirnya dibunuh oleh eragon atas bantuan saphira dan arya) Yang walaupun dapat memenangkan perang dan mempertahankan kota kurcaci,tetap tidak dapat menolong Ajihad (pemimpin kaum varden) dan Murtagh (yang selama perjalanan menuju kota tempat kaum varden bersembunyi telah menjadi sahabat dekatnya menggantikan Brom, sang guru) yang secara tidak langsung dibunuh oleh si kembar yang merupakan tangan kiri Ajihad.

Dikarenakan kematian Ajihad terjadi kekosongan pemimpin, tetapi akhirnya dipilih lah Nasuada yang merupakan putri dari Ajihad untuk memimpin kaum varden, dan pada saat upacara naik tahtah Nasuada, Eragon bersumpah setia kepada Nasuada bukan pada kaum Varden yang mengakibatkan kebebncian dikalangan para tetua kaum Varden kecuali Jormundur yang dari awal merupakan tangan kanan Ajihad.

Sesuai janji yang telah ditetapkan antara kaum kurcaci, varden dan elf, setelah penunggang baru lahir (eragon yang menunggang naga yang dinamainya saphira) maka diadakan latihan sebanyak 2 sesi, yaitu sesi pertama bersama kaum manusia (dalam hal ini kaum varden) kemudian sesi selanjutnya latihan bersama kaum elf. Dikarenakan selama perjalanan dalam buku satu eragon telah diajari dasar – dasar menunggang naga, sihir dan bermain pedang oleh Brom, maka dikota kurcaci tempat bersembunyi kaum varden ini, eragon tidak belajar banyak. Setelah perang usai, dan pemimpin kaum varden baru telah dipilih, maka eragon pun harus meninggalkan kota kurcaci tersebut dan pergi menuju kota para elf tinggal bersama orik, arya dan beberapa pengawal dari kaum kurcaci.

Sebelum eragon berangkat, Nasuada memutuskan untuk memindahkan kaum varden ke Surda kota kerjaan manusia Raja Orrin yang merupakan pendukung diam – diam kaum varden, untuk bersiap berperang dengan Galbatorix. Dan di kota kurcaci ini eragon bersama saphira telah salah memberkati seorang bayi perempuan kecil (yang akhirnya dinamai Elva), sehingga bukannya memberkati malah mengutuknya, hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan akan bahasa kuno atau disebut juga bahasa elf. Sebelum berangkat ke kota para elf, eragon diangkat menjadi anggota keluarga Hrothgar.

Setelah sampai dikota para elf ini eragon bertemu dengan Oromis dan Glaedr, yang kemudian mengajarinya banyak hal tentang penunggang. Dan dikota ini pula pada saat perayaan sumpah darah eragon menerima salah satu warisannya sebagai penunggang yang dimana warisannya tersebut telah menyembuhkan luka punggung yang diakibatkan oleh durza, yang telah membuatnya kesakitan sepanjang waktu. Selain sembuh eragon pun berubah menjadi setengah elf :?

Kemudian eragon mendapat visi bahwa kaum varden tengah berperang melawan pasukan Galbatorix, sehingga eragon berangkat pergi ke Surda kemudian ke Burning Plan tempat terjadinya perang. Disini eragon bertemu kembali dengan Arya yang merupakan orang yang dicintainya, hanya sayang tidk berbalas. Disini pula eragon bertemu Elva yang telah tumbuh pesat menjadi seorang gadis kecil berumur kurang lebih 3-5thn dari seorang bayi setelah ditinggal gak sampai setahun. :o

Dan pada saat perang terjadi eragon bertemu dengan kakaknya roran yang telah mengajak hampir seluruh penduduk Carvanhal ke kaum varden dengan bantuan Jeod demi menolong Katrina, wanita yang dicintainya. Tak lama setelah itu eragon pun bertemu dengan Murtagh yang ternyata masih hidup dan juga telah menjadi penunggang yang berpihak pada Galbatorix. Disini Murtagh memberitahunya bahwa ia (eragon) merupakan adik kandung dari Murtagh dan memintanya untuk berpihak pada Galbatorix, karena naganya murtagh yang merupakan telur kedua dan telur ketiga yang merupakan naga terakhir yang telah menetas merupakan jantan, jadi karena Saphira merupakan satu – satunya naga betina yang ada, Galbatorix menginginkan saphira sebagai induk dari seluruh naga yang nantinya akan lahir. Tetapi eragon tidak mau dan pedangnya (Zar’roc) yang merupakan bekas pedang Morzan diambil oleh kakaknya Murtagh dan eragon pun kalah melawan Murtagh.

Akhir bab buku ini eragon yang telah kehilangan pedang penunggang dan dikalahkan oleh Murtagh berjanji pada Roran untuk menolong Katrina. Dan apakah perang tersebut akan dimenangkan oleh gabungan kaum Varden, Kurcaci, urgal dan Elf ? Apakah Galbatorix yang telah mempunyai dua pengikut penunggang disisinya, razac, dan ratusan ribu pasukan akan terus berjaya terus memimpin setelah ratusan tahun? :confused:

Hey,

Gwa punya review buku bagus nih, walaupun gak up-to-date, tetapi tetep rame, review na aku copy dari satu web di internet, nih reviewnya.

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0512/09/hib01.html

Siapa pun tidak akan percaya bila ada seorang gadis kecil berusia sekitar enam tahun seperti Lucy Pevensie (Georgie Henley), mengatakan bertemu dengan Tumnus, makhluk faun yang tinggal di sebuah negeri bernama Narnia. Tapi Narnia benar-benar ada, begitu pula Tumnus.

Wajar karena semua tampak tidak masuk akal. Begitu pula Peter (William Moseley), Edmund (Skandar Keynes), dan Susan (Anna Popplewell), ketiga kakak Lucy. Mereka tengah berada di bawah kekuasaan seorang Penyihir Putih jahat bernama Jadis (Tilda Swinton) dan Narnia butuh bantuan Lucy dan saudara-saudaranya. Tak ada yang berani melawan Jadis, sedikit saja berkhianat kepadanya, si pengkhianat itu akan dikutuk menjadi es.
Sebuah ramalan mengatakan, Jadis hanya akan dijatuhkan oleh empat manusia yang bersaudara. Oleh sebab itu, ia memerintahkan penduduk Narnia menyerahkan semua manusia yang memasuki Narnia.
Semuanya bermula di sini, ketika sedang bermain petak umpet bersama ketiga saudaranya, tanpa sengaja ia memasuki lemari tua. Di belakang lemari itulah Narnia. Pertama kali datang, ia bertemu dengan Timnus yang baik hati. Kedua kali datang, Edmund mengikutinya. Edmund berjumpa langsung dengan Jadis. Jadis yang merasa terancam akan kehadiran Edmund, apalagi mengetahui Edmund empat bersaudara, langsung memintanya membawa ketiga saudaranya yang lain dengan janji Edmund akan dijadikannya Raja Narnia kelak.
Seperti anak-anak pada umumnya, Edmund menerimanya. Apalagi Jadis menjanjikan Peter, abangnya, akan dijadikan pelayan Edmund. Karakter Edmund di sini begitu wajar sebagai anak-anak. Edmund memang tidak menyukai Peter karena abangnya itu selalu bersikap seolah sang pemimpin. Hal yang membuat Edmund mendendam, Peter bersikap sangat keras kepadanya.
Kesempatan Edmund datang ketika mereka dikejar-kejar Profesor, orang yang memberi tumpangan kepada mereka selama mengungsi dari London selama Perang Dunia II, setelah memecahkan kaca rumah. Dalam sekejap, mereka memasuki lemari itu dan sampailah di Narnia. Tapi Lucy yang lebih banyak tahu mengenai Narnia tidak mudah dibohongi. Mereka akhirnya tidak pernah sampai kepada Ratu, justru mereka bertemu dengan sepasang berang-berang yang membawa mereka kepada Aslan, pemimpin kelompok pemberontak yang begitu baik hati. Sementara itu, Edmund yang begitu tertarik pada tawaran Jadis untuk menjadi raja mendatangi Jadis. Malang, Edmund ditawan di kerajaan es itu.
Itulah awal mula terjadinya peperangan besar di Narnia antara pasukan Jadis dengan pasukan pemberontak yang dipimpin Aslan. Peter, Susan, dan Lucy bergabung dengan Aslan. Aslan memiliki kepentingan membebaskan Narnia dari Jadis, sementara Peter dan saudara-saudaranya memiliki kepentingan menyelamatkan Edmund. Namun, Peter dan saudara-saudaranya itu juga berniat menolong Aslan membebaskan Narnia.
Buku Tepar!
10.04 | Author: Riefind



Pengen Posting terus nih...

Oh ya, aku pengen ngasih tau buku yang lagi nge-trend dan bisa memnuat kalian terpingkal-pingkal sampai keluar air mata dari mata (Iya kan?)

Pokoknya, its kind of humor

Asik deh, ceritanya tuh kayak format-format diary gituh. Pengarangnya nyeritain bagaimana hal-hal konyol selalu menghampirinya dan bagaimana ia menyikapinya dengan gila dan humoris. Gokil deh pokokne.

Oh iya, nama pengarangnya Raditya Dika, yang dengan resmi memakai kolor untuk membersihkan muka.

Di buku pertama, Kambingjantan, itu adalah format blog yang dijadiin buku, jadi isinya total diary dia semua. Tanpa editing dan asli bahasa gilanya dia. Oh ya, blognya itu pernah menjadi pemenang juara pertama kontes blogger terbaik se-indonesia, keren gak?

Kalo Buku kedua, Cinta Brontosaurus, tetap ia menceritakan dengan gayanya yang gokil dan tidak karuan, tetapi kali ini dengan format cerpen dan ceritanya agak lebih beradab daripada buku pertama.

Buku ketiga, Radikus MakanKakus, formatnya sama dengan buku kedua, tetapi disajikan dengan lebih gila, ditambahkan beberapa foto dirinya, seperti kayang di depan monas, jadi badut Busway, dll.

Buku keempat, Babi Ngesot. Tetep gilanya, tetapi diceritakan dengan unsur horor yang mencekam, tetapi tetap bikin ketawa sampai tepar.

Dan Komiknya, yang gak akan aku tampilin disini, karena di site ini hanya menampilkan novel, cerpen, dan lain-lain. tetapi bukan dalam format gambar.

Ok, udah dulu yah, dadah.....